Optimalisasi Pembinaan Bahasa Indonesia Melalui Media Pembelajaran Kentang Goreng
DOI:
https://doi.org/10.61132/jkaipbaku.v1i4.191Keywords:
Class VII, French Fries Media, Indonesian Language Development, Language Error Correction, Qualitative MethodsAbstract
This study aims to optimize Indonesian language development, especially in correcting language errors in seventh-grade students through French fries as an interactive learning tool. This classroom action research was conducted in one cycle on 30 students of grade VII-E of SMP Negeri 12 Tasikmalaya in the 2025/2026 academic year. A qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, sentence correction tests, interviews, and documentation was used in this study. The results showed that the use of French fries media with incorrect sentences in it can improve students' ability to identify and correct errors in spelling, grammar, and word choice. The percentage of completeness of sentence correction skills increased from 33.33% (pre-action) to 86.67% after the implementation of the action. This media can also increase student motivation and involvement in learning. It can be concluded that this French fries media is effective to be used as an aid in Indonesian language development that is fun and highly contextual.
References
Chaer, A. (2021). Tata bahasa praktis bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
Dale, E. (1969). Audiovisual methods in teaching (3rd ed.). Dryden Press.
Depdiknas. (2008). Panduan pembinaan Bahasa Indonesia di sekolah menengah pertama. Direktorat Pembinaan SMP.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022a). Kurikulum Merdeka: Panduan pembelajaran Bahasa Indonesia SMP. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022b). Kurikulum Merdeka: Panduan implementasi kurikulum pada satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Nurgiyantoro, B. (2018a). Teori pengkajian fiksi. Gadjah Mada University Press.
Nurgiyantoro, B. (2018b). Penilaian pembelajaran bahasa berbasis kompetensi. BPFE-Yogyakarta.
Prasetyo, A., & Nugroho, B. (2020). Efektivitas media kontekstual dalam pembelajaran bahasa: Studi kasus di SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(1), 78–92.
Prastowo, A. (2015a). Pengembangan media pembelajaran kreatif dan inovatif. Diva Press.
Prastowo, A. (2015b). Pengembangan media pembelajaran berbasis benda konkret (realia) untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam A. Prastowo, Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif (hlm. 125–148). Diva Press.
Sari, D. P., & Wulandari, R. (2019a). Penggunaan media pembelajaran kreatif dalam pembinaan Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(2), 45–60.
Sari, D. P., & Wulandari, R. (2019b). Mengatasi language anxiety siswa SMP melalui playful learning berbasis gamification. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 145–156.
Sudjana, N. (2017a). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
Sudjana, N. (2017b). Media pengajaran: Pengertian, pengembangan, dan pemilihannya. Sinar Baru Algensindo.
Tarigan, H. G. (2015a). Berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Angkasa.
Tarigan, H. G. (2015b). Berbahasa yang baik dan benar: Aspek ejaan, tata bahasa, diksi, dan tanda baca (Edisi revisi). Angkasa.
Wahyuni, S. (2020a). Pengembangan media pembelajaran berbasis benda konkret untuk meningkatkan minat belajar siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 145–156.
Wahyuni, S. (2020b). Efektivitas media benda konkret terhadap minat dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 2 Yogyakarta (Tesis magister tidak dipublikasikan). Universitas Negeri Yogyakarta.


